1.28.2005

.....Cinta.........

.

"Pada berbagai tahap kehidupan kita, tanda-tanda cinta yang kita temui itu beragam: ketergantungan, daya tarik, kepuasan, kecemasan, kesetiaan, kesedihan, tetapi di dalam hati, sumbernya selalu sama. Manusia mempunyai sedikit sekali kemampuan untuk saling berhubungan dengan sesamanya, mensyukuri apa adanya.".

Sekiranya kita cinta kepada manusia,
Tak semestinya manusia cinta kepada kita,
Tetapi sekiranya kita cinta kepada allah,
Nescaya cinta allah tiada penghujungnya.

Sekiranya kita cinta kepada manusia,
kita akan cemburu kepada orang yang mencintai
orang yang kita cintai¡¯,
tetapi sekiranya kita cinta kepada allah,
kita akan turut mencintai
orang yang melabuhkan cintanya kepada allah juga.


Cinta yang Hakiki adalah yang datang dan diperuntukkan bagi ALLAH DZAT YANG MAHA MEMILIKI,sedangkan cinta kepada makhluk-Nya adalah fana. Maka pertahankanlah cinta sejatimu dan InsyaALLAH engkau akan selamat

__150218090514__

1.13.2005

Keluarga Bahagia -- Surga Kecil di Dunia

Allah, beri kami surga kecil Rumah syahdu berhias rahmah Di sana tergelar helai-helai sajadah Tempat kami berpinta dan bermunajah

Allah beri kami surga kecil,
Istana mungil bertahta sakinah Tempat kami berteduh melepas lelah Ranjang kokoh bertabur berkah Tempat malam-malam kami dipeluk mimpi indah

Allah, beri kami surga kecil




Ada yang enggan menikah. Bukan ada lagi, bahkan banyak. Salah satu alasan yang paling sering hinggap di telinga adalah kemapanan. Belum punya rumah tinggal. Belum berpenghasilan tetap. Bahkan salah seorang teman kampus menyatakan ia akan menikah setelah mempunyai rumah dan kendaraan beroda empat. Kalau rumah dan mobil belum termiliki, menurutnya kebahagiaan menikah tidak akan ada. Kalau tidak bahagia, buat apa menikah!

Tapi benarkah kebahagiaan menikah melulu terletak pada kemapanan dan ketersediaan materi? Benarkah sakinah terengkuh kalau sudah punya hunian yang nyaman, kendaraan berkelas dan penghasilan yang mencapai nominal tertentu. Bisa jadi demikian tapi sepertinya saya harus menggelengkan kepala.

harta bukan jaminan untuk mewujudkan keluarga bahagia. Harta hanya sementara, sedangkan kebahagiaan seharusnya tetap hadir meski tanpanya, yang paling penting dan harus selalu ada dalam rumah tangga adalah pilar agama bukan pilar beton megah. Tanpa agama keluarga seperti minyak wangi dalam botol yang tidak ada katupnya. Semerbaknya hanya sementara, wanginya perlahan menghilang terbawa angin. Indahnya hanya di awal-awal saja. Manisnya berada di permulaan. Seiring waktu berjalan, mereka lupa misi pelayaran keluarga. Dan ketenangan itu sirna. Padahal tujuan berkeluarga adalah merengkuh ketenangan. Maka tak heran ada yang tidak betah lagi tinggal di rumah. Rumah megah itu hanya menjadi tempat singgah.

Siapapun orangnya tentu berkeinginan membangun keluarga penuh kebahagiaan. Karena apa? Karena keluarga bahagia adalah surga. Surga kecil yang Allah hadirkan sebelum surga akhirat dengan segala keindahan dan kenikmatan itu kelak. Keluarga bahagia adalah surga, karena di sana mereka betah bernaung dan menjadi tempat yang paling ingin disinggahi.

Surga kecil. Yah, surga yang hadir terlalu awal. Keluarga yang sakinah.

Allah, beri kami surga kecil!

============================================================================
Teruntuk orang yang telah meluangkan waktunya membaca tulisan kecil ini, mudah-mudahan Allah menganugerahi kita surga kecil itu.

__150218090514__