12.20.2004

Subhanallah ceritanya bagus banget..



Ya ALLAH aku mohon kepadamu istri yang shalihah, dan jadikanlah aku kelak sebagai suami yang shalih,yang bisa memimpin keluarga menuju keridhoanmu amin......

__150218090514__

12.15.2004

Merencanakan Keuangan Untuk Menikah

For Love or The Money..?



Untuk cinta? Atau untuk uang? Apapun alasan Anda untuk menikah (sy berharap karena cinta), persoalan uang dan keuangan merupakan bagian penting yang tak terlepaskan dalam rumah tangga. Sebelum mengarungi bahtera pernikahan, sy sangat menganjurkan, Anda dan pasangan Anda untuk membicarakan permasalahan uang dan keuangan. Meleburnya dua individu dalam ikatan suci pernikahan, membutuhkan bukan saja cinta tapi juga saling pemahaman dan pengertian terutama persoalan keuangan. Karena banyak sekali kejadian di mana persoalan keuangan bisa mengakibatkan keretakan kehidupan keluarga.

Berikut, sedikit informasi yang dapat membantu Anda untuk mengatasi kemungkinan timbulnya permasalahan keuangan dan melangkah dengan benar dalam persoalan keuangan keluarga.

Biaya Pernikahan
Merencanakan pernikahan bukan saja dibutuhkan kesiapan mental tapi juga kesiapan modal. Biaya yang harus dikeluarkan untuk peresmian dan selamatan, tidaklah sedikit. Di bawah ini sy lampirkan contoh kebutuhan biaya untuk acara pernikahan yang umum dilakukan.

Dalam merencanakan acara pernikahan, banyak orang yang ingin membuat sebuah acara yang spektakuler dengan biaya yang mahal. Tapi ingat, yang terpenting dalam acara ini adalah kesiapan dalam hal keuangan. Sesuaikan dengan keuangan yang Anda miliki. Kebiasaan masyarakat Indonesia, sebagian besar biaya pernikahan ditanggung oleh pihak perempuan, walau begitu pihak laki-laki biasanya tetap memberikan dana untuk kebutuhan tersebut.

Biaya pernikahan mudah sekali untuk membengkak, mulai dari dekorasi sampai cincin kawin. Semua ini bisa mengakibatkan kenaikan harga yang tidak sedikit. Oleh karena ini, menetapkan anggaran untuk semua pengeluaran yang harus dikeluarkan merupakan langkah yang paling bijak.
Di bawah ini ada beberapa tip singkat yang dapat membantu Anda mengantisipasi berbagai kemungkinan meningkat biaya pernikahan selama perencanaan dilakukan:
• Seragam untuk keluarga bisa disewa daripada dibeli.
• Pertimbangkan untuk memakai undangan yang simpel dan murah. Karena setelah dibaca akan terbuang.
• Biaya untuk dekorasi bisa sangat membebani. Rencanakan dekorasi seperti apa yang Anda inginkan. Cobalah untuk mencari alterntif biaya.
• Pertimbangkan untuk menyelenggarakannya di masjid atau menyewa ruang pertemuan,atau mungkin dirumah anda sendiri, dari pada di hotel.
• Bicarakan siapa saja yang akan diundang. Karena ini sangat berpengaruh dengan biaya yang harus dikeluarkan.

Quiz Menikah

Untuk membantu pasangan memahami posisi mereka saat ini,safir senduk telah membuat quiz singkat yang telah disesuaikan dengan kondisi Indonesia. Semoga dengan quiz ini dapat membantu Anda untuk memahami lebih dalam pasangan Anda dan untuk menfasilitasi kebutuhan diskusi keuangan bagi pasangan yang akan menikah. Quiz ini sebatas melihat mengenai keselarasan Anda dan pasangan Anda dalam hal keuangan :

1. Kita membicarakan masalah keuangan secara regular—Yes or No
2. Kita telah memutuskan siapa yang akan mengatur masalah tagihan begitu menikah—Yes or No.
3. Saya merasa pasangan saya mengelola keuangannya dengan baik—Yes or No.
4. Saya tau berapa utang dan tabungan pasangan saya saat ini (sebelum menikah)—Yes or No.
5. Di antara kita berdua, kami memiliki 5 kartu kredit—Yes or No.
6. Saya merasa, pasangan saya selalu menghindar bila membicarakan soal uang—Yes or No.
7. Kita memiliki impian keuangan yang sama—Yes or No.
8. Kita sudah menyepakati berapa kebutuhan biaya untuk hidup nyaman—Yes or No.
9. Bila kita mendiskusikan soal uang, pasangan saya tidak pernah menyepelekan pendapat saya—Yes or No.
10. Kita memiliki rencana keuangan—Yes or No.


Untuk menghitung nilai yang didapat, untuk no. 1,2,3,4,7,8,9, dan 10 bila jawaban Anda “Yes” Anda mendapat 1 nilai. Untuk No.5 dan 6, bila jawaban Anda “No” maka Anda memperoleh 1 nilai. Total semua jawaban Anda dan perhatikan ukuran nilai di bawah ini.

Range Nilai 0-5
Bila nilai Anda berada dalam range nilai ini, maka bisa dikatakan bahwa keselarasan keuangan Anda dan pasangan Anda memerlukan perhatian. Coba minta pasangan Anda untuk menjawab quiz tersebut di atas, bila jawabannya masih tetap tidak banyak berubah, Anda dan pasangan Anda sangat membutuhkan profesional keuangan untuk membantu Anda memahami lebih dalam soal keuangan keluarga dan melihat perspektif keuangan yang sama antara Anda dan pasangan Anda.

Range Nilai 6-10
Anda dan pasangan masa depan Anda memiliki banyak kesamaan dari segi padangan mengenai uang. Pastinya cinta pada pandangan pertama bukan? Dalam hal ini Anda berada dalam jalur yang benar. Terus berkomunikasi, dan yang lebih penting lagi adalah terus lakukan perencanaan yang telah Anda buat dan ikuti perkembangannya setahun sekali. Rasa risponsibiliti Anda terlihat jelas bahwa Anda merasa bahwa perencanaan keuangan sangat penting dalam mengarungi bahtera kehidupan berumah tangga.

Semoga posting kecil ini dapat bermanfaat bagi siapa pun yg membutuhkannya.
Sekian dulu dari saya, good luck ya..

=====================================================================================

وَأَنْكِحُوا الأيَامَى مِنْكُمْ وَالصَّالِحِينَ مِنْ عِبَادِكُمْ وَإِمَائِكُمْ إِنْ يَكُونُوا فُقَرَاءَ يُغْنِهِمُ اللَّهُ مِنْ فَضْلِهِ وَاللَّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ

"Marry those among you who are single, or the virtuous ones among yourselves, male or female: if they are in poverty, Allah will give them means out of His grace: for Allah encompasseth all, and he knoweth all things."Al-Qur'an, 024.032 (An-Noor [The Light])
Text Copied from DivineIslam's

__150218090514__

12.09.2004

My other blog??

Visit my newest blog at XangaType your first post there, then click "Submit" to publish it to my Xanga Site :-)

Makasih ya...

__150218090514__

12.06.2004

Keluarga Bahagia..


Sedamai taman firdaus
Limpahan kasih sayang sejati
Seharum semerbak kasturi
Mengharumi hidup insani

Indahnya damainya
Keluarga yang bahagia
Itulah idaman, impian setiap insan
Yang dahagakan belaian
Serta kasih dan sayang

Ketika insan lain berbahagia
Bersama keluarga
Namun kita masih meniti
Titian rapuh perhubungan

Mengapa kita terpisah daripada rahmat-Nya
Mungkinkah kita seringkali melupakan-Nya

Ayuhlah bina semula
Keluarga diridhai Allah

Oh ayah, oh ibu, dengarlah rintihan
Dan luahan hatiku yang dahaga kasih
Jiwaku merasa tersiksa ketandusan kasihmu
Marilah kita bina bersama-sama
Keluarga bahagia .........


Begitulah lirik dari Keluarga Bahagia 2 -nya Saujana, dan ternyata banyak saya jumpai pada keluarga muslim.. sering 'trenyuh' juga hati ini ketika mengenang hal sedemikian.. lantas, masih patutkah kiranya kita kurang bersyukur? Subhanallah..

Pernikahan itu ibarat sebuah gunung.. dari jauh terasa indah dan nyaman, namun ketika kita mendekat dan mendaki, penuh dengan batu terjal dan duri..
Namun disinilah letak kebersamaannya, dimana kita harus dapat saling berusaha memahami, menyayangi dan mencintai.... semakin kita mencintai pasangan hidup kita, Allah akan semakin mencintai kita....

Cinta Ada Karena Direkayasa
Cinta Tiada Karena Memang Bagian Dari Dunia
Sedangkan Dunia Adalah Fana
Jadi Sejatinya Cinta Itu Tidak Ada
Yang Ada Hanyalah 4JJI Semata




__150218090514__

11.30.2004

For future parents...God's greatest love

Dialogue with GOD

--------------------------------------------------------------------------------

Di suatu malam, seorang bayi siap untuk dilahirkan ke dunia. Dari dalam perut ibunya dia bertanya kepada TUHAN :
"TUHAN, para malaikat surga mengatakan bahwa besok Engkau akan mengirimku ke dunia, tetapi bagaimana cara saya hidup disana, saya begitu kecil dan lemah?"

TUHAN menjawab: "AKU telah memilih 2 malaikat untuk mendampingimu. Mereka akan menjaga dan mengasihimu."

Bayi : "Tapi disini yang kulakukan hanya tidur. Ini cukup bagiku untuk bahagia."

TUHAN : "Nak, engkau akan mendapat lebih dari kebahagiaanmu saat ini. Malaikatmu akan bernyanyi dan tersenyum untukmu setiap hari. Kamu akan rasakan hangat cintanya dan menjadi lebih berbahagia."

Bayi : "Dan bagaimana saya bisa mengerti saat orang² berbicara kepadaku jika saya tidak mengerti bahasa mereka?"

TUHAN : "Malaikatmu akan berbicara padamu dengan bahasa paling indah yang pernah kamu dengar, dengan penuh kesabaran dan perhatian, dia akan mengajar bagaimana cara kamu berbicara."

Bayi : "Dan apa yang akan saya lakukan saat rindu dan ingin bicara dengan-MU?"

TUHAN : "Malaikatmu akan mengajarkan bagaimana cara kamu berdoa dan berbicara pada-KU. Di saat² itulah kita bisa tenang bertemu dan AKU akan senantiasa mendengarkan doamu."

Bayi : "Saya dengar dibumi banyak orang jahat. Siapa yang akan melindungiku?"

TUHAN : "Malaikatmu akan melindungimu, walaupun hal tersebut mungkin dapat mengancam jiwanya. Sekalipun mereka harus mengorbankan nyawanya, mereka akan menolong dan melindungimu."

Bayi : "Tapi, saya pasti akan merasa sedih karena tidak melihat-MU lagi."

TUHAN : "Malaikatmu akan menceritakan padamutentang AKU dan akan mengajarkan bagaimana agar kamu bisa kembali pada-KU, walaupun sesungguhnya AKU akan selalu berada di sisimu."

Saat itu Surga begitu tenangnya sehingga suara² dari Bumi dapat terdengar.

TUHAN berkata : "Nak, sudah tiba saatnya engkau harus melihat dunia."

Ketika waktunya tiba, sang anak bertanya sekali lagi : "TUHAN, jika saya harus pergi sekarang, bisakah Engkau memberitahuku nama malaikat tersebut?"

TUHAN : "Kamu akan memanggil dua malaikatmu ...... Ayah dan Ibu."

Saudaraku, berbahagialah ketika ALLAH menitipkan cinta-Nya kepada kalian dalam wujud darah dan daging yang nyata. Asuhlah, bimbinglah dan peliharalah ia di jalan-Nya agar tetap pada fitrahnya, karena anak yang soleh merupakan salah satu amalan yang tidak akan terputus walau engkau telah di alam sana. Wallahualam bishawab.

--------------------------------------------------------------------------------
Teruntuk kalian yang telah dipersatukan atas nama cinta dalam suatu Mitsaqon Gholizza, semoga ALLAH memberi rahmat-Nya dan mencurahkan barokah-Nya kepada keluarga kalian tuk selalu menapaki jalan yang benar,yaitu jalan orang2 yang shaleh.

__150218090514__

11.25.2004

PEREMPUAN..


Dia yang diambil dari tulang rusuk.
Jika Tuhan mempersatukan dua orang yang berlawanan sifatnya, maka itu akan menjadi saling melengkapi.
Dialah penolongmu yang sepadan, bukan sparing partner yang sepadan.
Ketika pertandingan dimulai, dia tidak berhadapan denganmu untuk melawanmu,tetapi dia akan berada bersamamu untuk berjaga-jaga di belakang saat engkau berada di depan atau segera mengembalikan bola ketika bola itu terlewat olehmu, dialah yang akan menutupi kekuranganmu.

Dia ada untuk melengkapi yang tak ada dalam laki-laki : perasaan, emosi, kelemahlembutan, keluwesan, keindahan, kecantikan, rahim untuk melahirkan, mengurusi hal-hal sepele... sehingga ketika laki-laki tidak mengerti hal-hal itu, dialah yang akan menyelesaikan bagiannya...sehingga tanpa kau sadari ketika kau menjalankan sisa hidupmu... kau menjadi lebih kuat karena kehadirannya di sisimu.

Jika ada makhluk yang sangat bertolak belakang, kontras dengan lelaki, itulah perempuan. Jika ada makhluk yang sanggup menaklukkan hati hanya dengan sebuah senyuman, itulah perempuan.
Ia tidak butuh argumentasi hebat dari seorang laki-laki... tetapi ia butuh jaminan rasa aman darinya karena ia ada untuk dilindungi.... tidak hanya secara fisik tetapi juga emosi.
Ia tidak tertarik kepada fakta-fakta yang akurat, bahasa yang teliti dan logis yang bisa disampaikan secara detail dari seorang laki-laki, tetapi yang ia butuhkan adalah perhatiannya... kata-kata yang lembut... ungkapan-ungkapan sayang yang sepele... namun baginya sangat berarti... membuatnya aman di dekatmu....

Batu yang keras dapat terkikis habis oleh air yang luwes, sifat laki-laki yang keras ternetralisir oleh kelembutan perempuan. Rumput yang lembut tidak mudah tumbang oleh badai dibandingkan dengan pohon yang besar dan rindang... seperti juga di dalam kelembutannya di situlah terletak kekuatan dan ketahanan yang membuatnya bisa bertahan dalam situasi apapun.

Ia lembut bukan untuk diinjak, rumput yang lembut akan dinaungi oleh pohon yang kokoh dan rindang. Jika lelaki berpikir tentang perasaan wanita, itu sepersekian dari hidupnya.... tetapi jika perempuan berpikir tentang perasaan lelaki, itu akan menyita seluruh hidupnya...Karena perempuan diciptakan dari tulang rusuk laki- laki, karena perempuan adalah bagian dari laki-laki... apa yang menjadi bagian dari hidupnya,akan menjadi bagian dari hidupmu.
Keluarganya akan menjadi keluarga barumu, keluargamu pun akan menjadi keluarganya juga. Sekalipun ia jauh dari keluarganya, namun ikatan emosi kepada keluarganya tetap ada karena ia lahir dan dibesarkan di sana.... karena mereka, ia menjadi seperti sekarang ini.
Perasaannya terhadap keluarganya, akan menjadi bagian dari perasaanmu juga... karena kau dan dia adalah satu.... dia adalah dirimu yang tak ada sebelumnya. Ketika pertandingan dimulai,pastikan dia ada di bagian lapangan yang sama denganmu.

The best and the most beautiful things in this world, cannot be seen..nor touched, but are felt in the bottom of our heart

"Subhanakallahuma wabihamdika, asyhadu ala illa ha illa anta, astaghfiruka wa atubuilaik"

__150218090514__

11.22.2004

MUDIK 1425H

Selamat Idul Fitri 1425H
..Taqobbala Allah minny wa minka, wa ja'alnaa Allah minal 'Aaidiin wal faidziin. Wa kullu 'aam wa inta bi khair, Aamiin..

Lebaran tahun ini jadi jg kita mudik sekeluarga besar, dah rencana dari 3 tahun yg lalu, tp br kesampean tahun ini, wah cape banget deh, Alhamdulillah semua lancar dan mudiknya suksesss!!

Kita berangkat dari jakarta hari sabtu pagi tgl 13 Nov,hari puasa terakhir n malamnya dah takbiran...

...mejeng dulu sebelum berangkat


MACET..wah ini biasa dalam rangka mudik lebaran, bukan mudik namanya klo gak kena macet, so we better smile..

jam 12 malem,di pintu tol keluar kanci-palimanan..say cheese


Tujuan Utama mudik : Nyekar ke makam eyang kakung & eyang putri,hari Kamis 18 Nov

I'm not in the pic, behind the camera instead


Now that we've got it all wrapped up, it's time to sightseeing in our tour: shopping leathers in magetan, and checkin out Telaga Sarangan, TawangMangu.

Me, my bro and sistas taken at Telaga Sarangan, Tawangmangu, Karanganyar


Alhamdulillah, Arrive safe and sound at home on Saturday Nov 20th, and that closed our full week journey.. We're tired, but we're happy. Tq

150218090514

10.29.2004

My Father B'day

Selamat Ulang Tahun...
Semoga Panjang Umur dan Semoga
Selalu berada dalam lindungan-Nya
Jikalau kita dipanjangkan usia
Janganlah hingga lalai dan leka
Bersyukurlah kita di atas segala
Nikmat-Nya yang tidak terkira
awas dan waspada, jangan terpedaya
dengan godaan syaitan durjana
hawa nafsu yang kehausan
harus dileraikan dengan ketabahan
banyakkan ibadah, tambah saham akhirat
tingkatkan iman, amalkan ihsan
taman syurga melambai-lambai
kepada mereka yang telah berjaya.



Ya Tuhan kami, berilah aku petunjuk
untuk tetap mensyukuri nikmat-Mu
yang telah Engkau anugerahkan kepadaku,
dan kepada dua orang ibu bapakku,
dan untuk mengerjakan amal shaleh yang Engkau ridhoi,
dan masukkanlah aku dengan rahmat-Mu ke dalam
golongan hamba-hamba-Mu yang shaleh . (QS. An Naml : 19)


Tiada ucapan terima kasih yang cukup tuk membalas jasamu
Tiada rasa syukur yg dapat mewakili nikmat yang kau beri
Semoga Allah yg akan membalas semuanya berlipat ganda.
Amiiin.

150218090514

10.13.2004

My handheld

Hihihihi..ada maenan baru nich



lumayan,ngisi hari-hari puasa..
oh iya, hampir lupa. Marhaban yaa Ramadhan, selamat menunaikan ibadah puasa, mohon dibukakan pintu maaf, semoga ramadhan kali ini dapat kita manfaatkan tuk menambah timbangan amal kita..Amiiin.

150218090514

10.11.2004

Jangan bersedih..



Sahabatku bertutur, ketimbang memendam rasa yang menyeret-nyeret ke lautan fitnah yang lebih jauh, fitnah hati yang membelunggu dan terawang lamunan yang mengangkangi hari-harinya, maka dia pun menggoreskan pena di atas kertas, untuk menyampaikan rasa cinta yang tulus ini, yaitu meminangnya sebagai calon isteri tercinta di kemudian hari.
Dan kini, curahan hati sahabatku telah dituangkan dalam bentuk tulisan dan telah berada di tangan si empunya, calon isteri idamannya. Kendati demikian, ia pun sodorkan salinan secarik surat itu ke tangan saya, dan kubaca lalu isinya adalah:

Assalaamu'alaikum Wr. Wb.
Alhamdulillaah washshalaatu wassalaamu 'ala rasuulillaah.

Saudariku Seiman…

Mungkin surat ini mengejutkanmu, atau merisaukanmu, atau bahkan menyulut amarahmu. Tapi memang inilah yang dapat aku perbuat, untuk menelisik ihwalmu, agar aku lenyapkan beban fitnah di raga ini, yang dari hari ke hari kian menggumpal, untuk kemudian menjelma menjadi bola salju yang menggelinding tak terkendali.

Saudariku Seiman…

Inti pesan suratku ini, meski ragu dan segan, adalah sebuah pertanyaan yang ingin saya ajukan, yaitu, apakah Adik dalam proses peminangan? Kalau jawabannya 'Ya', maka semoga memang itu yang terbaik bagi saya dan Adik. Tapi kalau jawabannya 'Tidak', maka pertanyaan yang kemudian menyeruak adalah, sudah siapkah Adik untuk mengayuh bahtera rumah tangga? Kalau jawabannya 'Belum', maka semoga itu pun sebuah penundaan yang terbaik dari Allah. Lalu, jika jawabannya 'Sudah', maka bisakah Adik mendampingi saya untuk bersama-sama berlayar dengan bahtera itu?

Saudariku Seiman…

Memang, rangkaian pertanyaan di atas mungkin agak menohok dan tanpa tedeng aling. Tapi saya kira, terkadang ketegasan akan memupus sebuah fitnah yang mendera. Saya harap Adik memakluminya. Kini saya hanya menanti respon Adik, kendati demikian apapun jawaban Adik, semoga saya dapat menerimanya dengan lapang dada dan penuh keikhlasan. Bukankah yang kita sukai itu bisa jadi menjerumuskan kita ke hal yang lebih buruk? Atau sebaliknya, bukankah yang kita benci justru membawa kita kepada kebaikan? Begitulah firman-Nya untuk umat manusia yang daif ini.

Saudariku Seiman…

Kalau surat ini dianggap sebuah kelancangan, maka dari lubuk hati yang paling mendalam, mohon pintu maaf Adik dibukakan selebar mata memandang. Kalau ini dianggap sebuah aib, maka mohon agar Adik menutupi aib saudaranya. Dengan sangat terbuka, saya sangat menanti nasehat atau Taushiyyah dari Adik. Terakhir, sekali lagi saya mohon dimaafkan, semoga Allah mengampuni kekeliruan saya. Itu saja surat saya.

Wassalaamu’alaikum Wr. Wb.


* * *

Hmm..., Pikiranku melayang jauh, dan sahabatku pun menyergap saya dengan sebuah pertanyaan, “Bagaimana suratnya, sudah dibaca semua?”
“Bagus, sebuah keberanian yang bertanggung jawab, dan penghindar fitnah yang efektif,” komentarku.
Tapi tak lama kemudian, dengan gurat wajah kuyu dan lunglainya, sahabatku itu merogoh saku baju kokonya sembari mengeluarkan lembar kertas lainnya yang lebih kecil dan berkata, “Ingin tahu jawabannya, coba baca ini!”, pintanya dengan nada memelas.

Seolah ingin cepat menjawab rasa penasaranku, apalagi dengan mimik wajahnya yang memilukan, maka tanpa basa-basi lagi langsung saja kubaca surat itu. Isinya adalah,

Assalaamu'alaikum Wr. Wb.
Saudaraku Seiman…

Terus terang saya sepakat dengan keterusterangan Kakak, menurut saya, hal ini adalah hal yang wajar, dan Kakak telah melakukannya dengan cara yang baik. Bagi saya, hal ini adalah sebuah ikhtiar, jadi sama sekali bukan merupakan sebuah aib. Jadi, tidak ada satu pun yang perlu dipermasalahkan.

Saudaraku Seiman…

Dalam hidup, adakalanya kita harus memilih, dan jawabannya adalah, saya sedang dalam proses peminangan dengan seseorang. Ini adalah pilihan saya. Semoga Kakak segera mendapatkan seorang yang terbaik buat Kakak. Jangan pernah berputus harapan, sebab Allah yang paling mengetahui tentang siapa, kapan dan bagaimana jodoh kita akan kita temui atau menemui kita. Sekian, maafkan saya.

Wassalaamu’alaikum Wr. Wb.

* * *

Kupandangi sahabatku. Kucoba membayangkan gejolak hatinya saat ia pertama kali membaca surat balasan si Adik, wanita idaman hatinya. Saya menduga, pasti ia tengah patah hati, kecewa, kesal, galau, kacau, risau dan membuat suaranya parau.

Tapi tampaknya, kali ini dugaan saya meleset. Ternyata senyum tegarnya menghiasi raut mukanya, seolah mimik kuyu dan lunglainya lenyap ditelan prasangka positif terhadap Rabbnya, dan memang seperti itulah seharusnya seorang Muslim berperangai,

Allah berfirman, "Aku punya prasangka terhadap Hamba-Ku dan Aku bersamanya manakala ia mengingat-Ku." (HR Muslim)
Itulah Janji dari Allah, untuk memperlakukan hamba-Nya sesuai dengan prasangka dia terhadap Rabbnya. Manakala seorang hamba berprasangka positif atas Allah, maka Allah pun akan memberikannya yang lebih baik.

* * *

Ia terlihat ridha atas balasan surat itu. Sebab baginya, keridhaan adalah mata air kebahagiaan yang tak pernah kering meski diterpa kemarau.
Merupakan kebahagiaan anak Adam, manakala ia ridha atas apa yang telah Allah tetapkan terhadapnya, dan merupakan kebinasaan anak Adam, manakala ia marah atas apa yang telah Allah tetapkan terhadapnya (HR Turmudzi)
Sebab baginya, di balik keridhaan ada dimensi lain yang tengah menanti.

Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi pula kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu. Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui. (Al-Baqarah: 216)

* * *

Dan saya berkeyakinan, ia telah tempuh jalan terbaik untuk mengenyahkan beban fitnah itu. Semoga hal yang baik dibalas jua dengan kebaikan.

Tidak ada balasan kebaikan kecuali kebaikan pula. (Ar-Rahmaan: 60)

* * *

Sekali lagi, kutatap sahabatku tercinta. Aku berpikir, mungkin Allah sekedar menunda jalinan cintanya, atau ada skenario ilahi yang sulit ditebak. Lalu kupesankan kepadanya sebuah pepatah, “Garam di laut, asam di gunung, dalam belanga bertemua jua”. "Kalau memang dia jodohmu, tak akan kemana-mana," kataku, sekedar untuk menghibur hatinya yang agak gundah gulana.

* * *

Dan saya ingatkan dia dengan pesan Rasulullah,

Dan tidaklah aku tinggalkan sepeninggalku fitnah terberat bagi laki-laki daripada wanita. (HR Bukhari).
Terakhir, saya berdo'a untuknya, agar sahabatku tetap tegar, tetap optimis dan istiqomah, karena toh hari esok masih menghampar luas.

Wahai sahabatku, tataplah hari esok, jangan pernah berputus asa, laa tansa da’watakum…. Semoga Allah menguatkan hatinya.Wallahua’lam

150218090514

Nyatakan cintamu sekarang juga!!

Menyatakan cinta kadang menjadi hal yang tidak familiar dan terasa vulgar untuk dilakukan. Sebagian orang bilang, cinta itu tak perlu dinyatakan, namun tercermin dari perilaku. Cinta itu tak perlu diperdengarkan bak rayuan gombal anak-anak muda yang sedang kasmaran, sebab cinta bisa diperlihatkan dari sikap dan tingkah laku.

Benarkah demikian?


Di saat lelah mulai merayapi hari-hari kebersamaan bersama pasangan tercinta, di saat waktu telah membuka setiap celah kelemahan dan membentangkan kenyataan dari sosok pasangan yang mendampingi kita, di saat segala bentuk persiapan dan perencanaan hidup mulai menguakkan keberhasilan atau kegagalan, di saat kita mulai menyadari betapa berartinya ia yang telah menjadi penopang kala kita lemah, penyemangat kala diri ini lelah, penghibur kala terserang gundah, ia telah menjadi teman sejati.

Jadi,
Masihkah ragu menyatakan cinta padanya?

150218090514

Agar Bahtera Tetap Berlayar

Dalam Islam pernikahan merupakan suatu aqad (perjanjian) yang diberkahi antara seorang laki-laki dan seorang perempuan, yang dengan aqad itu menjadi halal bagi keduanya hal-hal yang sebelumnya diharamkan. Dengan pernikahan itu keduanya mulai mengarungi bahtera kehidupan panjang yang diwarnai cinta dan kasih saying, saling pengertian, toleransi, saling tolong menolong, masing-masing memberikan ketenangan bagi yang lain, sehingga dalam perjalanannya keduanya mendapatkan kebahagiaan.

Namun, bahtera pernikahan tidak selalu menghadapi laut yang tenang, kadang ada riak, kadang ada ombak kecil, kali lain datang ombak besar yang kesemuanya dapat membuat bahtera kita menjadi oleng. Itulah sunnatullah (ketetapan Allah), karenanya barang siapa berani berlayar ia tidak boleh takut menghadapi ombak.

Berikut ini kiat-kiat yang dapat dilakukan suami istri agar bahtera pernikahan tetap berlayar walau ombak datang menghadang.


Mendekatkan diri kepada Allah SWT

Ini adalah kiat terpenting, karena hati manusia berada di antara dua jemari Allah yang Maha Penyayang. Harm bin Hayyan seorang ahli ibadah di masa Umar ra berkata, "Tiada seorang hamba yang mendekatkan hatinya kepada Allah, melainkan Allah akan mendekatkan hati orang-orang mukmin kepadanya sampai ia mendapatkan cinta mereka." Caranya adalah suami istri saling mengingatkan tentang ibadah masing-masing, baik yang wajib maupun yang sunnah dan keduanya berusaha berpegang teguh pada nilai-nilai Islam dalam membina rumah tangga.

Betapa indahnya gambaran yang diceritakan Rasulullah SAW mengenai sepasang suami istri berikut ini, "Semoga Allah merahmati laki-laki yang bangun malam dan mengerjakan shalat, lalu membangunkan istrinya untuk mengerjakan shalat. Apabila istrinya tidak mau, ia mencipratkan air ke wajahnya. Dan semoga Allah merahmati wanita yang bangun malam dan mengerjakan shalat, lalu membangunkan suaminya untuk mengerjakan shalat. Apabila suaminya tidak mau, ia mencipratkan air ke wajahnya." (HR Abu Dawud, Nasa'l dan Ibnu Majah).

Suasana saling mengingatkan dan saling tolong menolong yang terjalin antara suami istri dalam berbuat ketaatan akan menjadikan rumah tangga insya Allah berada dalam naungan rahmat Allah. Karenanya, jika suami atau istri merasakan adanya kesenjangan dengan pasangannya, atau merasakan kesempitan/beratnya beban dalam menghadapi persoalan/masalah dalam rumah tangga maka hal pertama yang harus dilakukan hendaknya keduanya mengoreksi kualitas hubungannya dengan Allah.


Berusaha menyertai pasangan saat suka dan duka

Tiap orang memiliki kegemaran berbeda dan biasanya merupakan kesenangan tersendiri jika kita dapat menikmati kegemaran kita, itulah saat-saat 'suka' bagi kita. Karena itu orang memiliki saat-saat suka yang berbeda-beda. Begitu pula halnya dengan suami istri, kegemaran yang berbeda memungkinkan keduanya memiliki saat-saat suka yang berbeda pula. Misalnya suami mengalami saat suka kala membaca dan mengeksplorasi komputer (karena itulah kegemarannya) sedang istri mengalaminya ketika sedang 'mengeksplorasi' resep-resep baru. Dan menjadi sesuatu yang membahagiakan apabila pada saat tertentu keduanya saling menyertai dalam menikmati kegemaran pasangannya. Tidak ada salahnya jika sekali-kali ikut berpartisipasi mengaduk-aduk tepung saat istrinya sedan mencoba resep baru, keduanya dapat bersenda gurau sebagaimana pernah suatu saat Rasulullah SAW mencandai A'isyah ra ketika sedang bersama mengaduk tepung, beliau memoleskan tepung ke wajah A'isyah ra, atau saat Rasulullah SAW mengajak A'isyah lomba lari.

Demikian juga hendaknya ketika suami atau istri atau rumah tangga sedang mendapat cobaan dan ujian dari Allah SWT, keduanya saling menyertai dan menguatkan satu sama lain. Ingatlah kisah kesetiaan dan kesabaran Siti Khadijah ra menyertai Rasulullah SAW saat awal menerima risalah, menjadi pendamping beliau saat dimana semua orang bahkan kerabat Rasul sendiri memusuhi beliau, tetap menjadi pendamping beliau yang setia saat Rasulullah diboikot selama tiga tahun oleh masyarakat Quraisyi hingga mereka dan kaum muslimin lainnya harus makan rumput-rumputan karena tidak ada makanan dan bukan hanya itu, Ibunda Khadijah ra bahkan telah menyerahkan dirinya, hartanya, jiwanya dan seluruh hidupnya untuk menyertai Rasulullah SAW dalam menegakkan risalah-Nya. Keseluruhan kepribadian dan sikap Ibunda Khadijah ra ini membuat kedudukan beliau di mata Rasulullah SAW tidak tergantikan oleh istri-istri yang lain yang dinikahi beliau setelah wafatnya.

Memupuk sikap toleransi dan berusaha menjadi pemaaf bagi pasangannya

Adalah sesuatu yang tidak mungkin jika kita berharap pasangan kita selalu melakukan yang sesuai dengan keinginan kita atau selalu menjadi yang kita inginkan atau tidak melakukan kesalahan. "Manusia itu tempatnya salah dan dosa," demikian kata Rasulullah SAW. Karena itu yang terbaik adalah masing-masing berusaha memiliki toleransi yang besar terhadap hal-hal yang dilakukan pasangannya tidak sesuai keinginannya, dan menjadi pemaaf terhadap kesalahan yang dilakukan pasangannya, tidak mengingatnya dan tidak menyebutnya dari waktu ke waktu.

"Dan hendaklah mereka memaafkan dan berlapang dada. Apakah kalian tidak ingin supaya Allah memberi ampunan kepada kalian?" (QS An-Nur: 22)


Menjaga 'rahasia' pasangan

Setiap orang memiliki 'rahasia' yang tidak suka diceritakan atau diketahui orang lain, begitu pula halnya dengan pasangan suami istri. Walaupun suami istri terkadang saling mengetahui 'rahasia' pasangannya, keduanya tetap tidak suka jika rahasia tersebut diketahui orang lain. Karena itu hendaknya suami istri saling menjaga rahasia pasangannya, yang demikian itu lebih dapat menjaga perasaan masing-masing sehingga mewujudkan rasa saling percaya diantara keduanya. Terlebih bila rahasia itu menyangkut hubungan suami istri, Ingatlah sabda Rasulullah SAW, "Sesungguhnya orang yang paling buruk kedudukannya di sisi Allah pada hari kiamat laki-laki yang menggauli istrinya dan wanita yang menggauli suaminya, kemudian salah seorang dari keduanya menceritakan rahasia suami istri itu." ***

150218090514
Tulisan ini pernah dimuat dalam Majalah Safina No. 4 Tahun I, Juni 2003

9.28.2004

150218090514

150218090514


Aku mo jual hape nich, ada yg mau ga yah...lumayan masih garansi sampe taun depan. Tp sayang jg sich ma ni hape,dulu wkt beli kepengen bgt punya hape canggih, tp sekarang mikirnya pgn yg biasa aja,mending duitnya di tabung buat biaya nikah,hehehe..dasar, gini nich yg lg rencana menyempurnakan separuh dien, Insya Allah, doain yach.

9.27.2004

Ya Allah...semoga saya bisa

Bila ada surga di dunia itu adalah rumah tangga yang bahagia, rumah tangga yang penuh dengan rasa sakinah, mawaddah dan rahmah. Dan bila ada neraka di dunia itu adalah rumah tangga yang hancur, suami istri saling menyalahkan, curiga, tidak saling mencintai dan jauh dari rasa sakinah mawaddah dan rahmah.

Saya awali pesan ini dengan menggambarkan kedua hal di atas. Dengan menikah Anda tidak saja mendapatkan seorang istri, tetapi Anda mendapatkan seluruh dunia. Sebagaimana kita ingat rasul bersabda bahwa sebaik-baiknya perhiasan dunia adalah istri sholihah. Yang akan menjadikan rumah kita bak surga, baiti jannati. Sejak pernikahan ini, mulai saat ini sampai akhir hayat Anda insya Allah, istri Anda akan menjadi mitra, patner dan sabahat terbaik. Dengan dialah, Anda berbagi berbagai kejadian, melewatkan hari dan tahun bersama. Dengannya lah Anda berbagi suka, duka, impian, harapan dan juga kecemasan. Ketika Anda sakit, dialah yang akan merawat, ketika Anda memerlukan pertolongan dia akan mengupayakan semua yang dia bisa lakukan bagimu. Ketika Anda berbagi rahasia padanya, dia akan menjaga rahasia itu dengan amanah; ketika Anda perlu nasehat, dia akan memberikan nasehat yang terbaik. Dan dia akan selalu bersamamu.

Ketika terbangun di pagi hari, yang pertama mata Anda lihat adalah dia. Dia akan selalu bersamamu, dan jika pada suatu waktu dia tidak ada di sisimu, maka secara emosi dia ada bersamamu. Dia memikirkan, berdoa untuk kebaikanmu dengan sepenuh hati, dan Anda ada dalam pikiran, doa dan hatinya. Ketika Anda tidur di malam hari, terakhir yang Anda lihat adalah dia; dan ketika Anda bermimpi, anda akan melihatnya dalam mimpimu. Kamulah dunianya dan dialah duniamu.

***

Hubungan antara seorang suami istri merupakan hubungan yang sangat penuh dengan hal yang mengagumkan. Tidak mudah digambarkan dengan kata-kata, betapa rasa cinta, kasih sayang, keintiman, kedamaian serta kesejukan yang ada mengisi hati kedua pasangan manusia. Penjelasan rasional adalah bahwa semua inilah anugerah dari Allah, dan semua itulah kehendak Allah. Dengan semua kuasa dan kehendakNya, Dialah yang menciptakan dan membuat perasaan ini hadir di hati pasangan suami istri.

Allah mengingatkan kepada manusia yang mencari keberadaanNya bahwa salah satu tanda-tanda kekuasaanNya adalah Dia menjadikan rasa kasih dan sayang. Allah berfirman: "Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya di antaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir". (QS. 30:21)

Tetapi hati manusia bukanlah sesuatu yang statis, tetapi sangat dinamis. Perasaan dapat berubah setiap waktu. Dan cinta pun dapat terbang dan hilang. Ikatan pernikahan pun bisa menjadi lemah bila tidak dijaga dengan baik dan kebahagian di dalam rumah tangga pun tidak bisa dijamin akan berlangsung terus. Perlu usaha dari kedua belah pihak suami istri untuk saling menjaga keberlangsungan cinta dan kasih mereka. Ibarat sebuah pohon, tanahnya perlu dirawat, dijaga dan dipupuk.

***

Oleh karenanya, inilah sedikit pesan dari saya bagi Anda para suami;

Di dunia kita, kita hidup di kehidupan yang sibuk dan melelahkan di kelilingi oleh berbagai macam schedule dan deadline. Bagi pasangan, ini artinya kemungkinan Anda tidak bisa meluangkan waktu bersama-sama dan berada sendiri di tengah-tengah kesibukan kerja dan komitmen tugas. Anda jangan membiarkan hal ini terjadi terus menerus. Cobalah sesekali Anda luangkan waktu untuk melakukan kegiatan secara periodik dengan istri Anda. Ingat rasul juga pernah meluangkan waktunya untuk berlomba lari dengan Aisyah r.a. Keluar dengan istri sesering mungkin, lakukan aktivitas bersama, mengunjungi teman bersama, piknik bersama atau sekedar berbelanja di mall bersama.

Selalu jaga romantika dalam hubungan Anda. Kehidupan modern hampir mengubah kita menjadi robot atau mesin teknologi tinggi tanpa emosi. Menunjukkan emosi dan perasaan yang Anda rasakan perlu untuk menjaga ikatan pernikahan terhindarkan dari berkarat, peluruhan. Sebagaimana rasul bersabda untuk menunjukkan rasa kasih dan sayang pada saudara yang kita cintai, "Katakanlah kepadanya kalau engkau mencintai saudaramu," sebuah hadist untuk menunjukkan cinta kepada teman karena ikatan ukhuwah. Terlebih lagi bila istri kita yang terikat dengan ikatan suci pernikahan, nyatakanlah.

Jangan meremehkan hal-hal penting yang terlihat kecil, seperti membawakan belanjaannya, memijit bahunya atau membukakan pintu mobil dan sebagainya. Ingatlah bahwa rasul pernah menyediakan kakinya untuk membantu istrinya naik ke atas unta.

Usahakanlah untuk menyediakan waktu sholat berjamaah dengan istri. Memperkuat hubungan Anda dengan Allah merupakan jaminan terbaik agar pernikahan Anda akan selalu terjaga kuat. Merasakan kedekatan dan kedamaain dalam hubungan Anda dengan Allah akan terimplikasikan dalam hubungan Anda dengan istri di rumah. Ingatlah bagaimana rasul memberikan apresiasi yang sangat besar bagi pasangan yang bangun malam hari untuk sholat layl (sholat malam/tahajjud) bersama atau seorang istri/suami yang membangunkan pasangannya untuk sholat layl sekalipun dengan memercikkan air di muka pasangannya.

Lakukan usaha terbaikmu untuk menjadi terbaik bagi istri dengan kata-kata dan dengan perbuatan. Bicaralah padanya dengan baik, senyum padanya, minta nasehatnya, mintalah pendapatnya, dan luangkan waktu yang berkualitas dengannya dan selalu ingat bahwa rasul bersabda "Yang terbaik diantara kamu adalah terbaik memperlakukan istrinya".

Adalah hal biasa yang terjadi dimana pasangan berjanji untuk mencintai dan menghormati istri/suaminya sampai maut memisahkan mereka. Saya percaya bahwa janji ini adalah baik dan sangat baik. Tetapi hal ini tidak cukup. Anda harus mencintai apa yang dicintai istri Anda. Keluarganya, dan hal-hal yang dia cintai harus menjadi kecintaan Anda pula.

Tidak cukup pula mencintainya sampai maut memisahkan. Cinta tidak boleh mati dan kita percaya bahwa ada kehidupan akhirat, kehidupan setelah mati. Dan insya Allah, akan dipertemukan kelak di akhirat. Sebagaimana rasul mencintai Khadijah istrinya yang telah menemani beliau selama 25 tahun, beliau terus menerus mencintai khadijah dan mengingatnya. Setelah kematian khadijah beberapa tahun berselang, rasulullah tidak pernah melupakannya bahkan sanak kerabat dan teman khadijah beliau utamakan yang terkadang membuat Aisyah cemburu.

Cintailah istri Anda, dan apa yang dicintainya. Cintailah ia tidak hanya sampai maut memisahkan tetapi sampai Anda dikumpulkan bersama kelak di akhirat, insya Allah.

Semoga nasehat atau ajakan ini dapat menambah kecintaan Anda dan kecintaan istri Anda.

9.26.2004

Mengemas Rindu

Biasanya, para pencinta selalu mengemas rindu mereka. Pencinta untuk apa dan siapa saja, rindu yang bagaimana saja. Kerinduan, adalah sebuah harta milik kita yang sederhana, namun artinya tak lebih sempit dari luas samudera. Kerap membawa keinginan tak sekadar beredar di khayalan. Namun kekuatan tekad untuk menjadikannya nyata. Mengemas rindu, menjaga cinta.

Kerinduanku, adalah akan hadirnya cinta. Seperti milik nabi Ibrahim, saat akan menyembelih anaknya. Seperti milik Ismail, yang mempersembahkannya hanya untuk Tuhannya. Seperti milik Yusuf, yang tak tergoyahkan oleh Zulaikha. Seperti milik mereka, dan mereka yang lain yang juga pencinta.

Kerinduanku, adalah akan kekalnya cinta. Tak seperti mereka yang menjualnya lantas mengatakan bahwa itu adalah pengorbanan. Tak seperti mereka yang menjadikannya harta namun diam-diam merusaknya. Tak seperti mereka yang menginginkannya hadir namun tak peduli lantas meninggalkannya.

Biasanya, para pencinta tak pernah lupa mengemas rindu mereka. Sebab pintu hati selalu terbuka kapan saja tanpa bisa dipegang kuncinya. Karena kita tak kuasa. Sebab bila tidak, ia akan mudah tergantikan begitu saja. Tanpa tahu alasannya.

***

Sebagai manusia, seringkali kita korbankan waktu dan tenaga sia-sia, untuk mengemas rindu yang tak ketahuan adanya, yang bukan rindu sebenarnya. Kerinduan itu disimpan baik-baik dalam hati, tak ingin ia lekas pergi. Sebab bila kerinduan itu hilang, maka cinta yang selalu diharap itu tak pula datang.

Kerinduan akan tahta, mengantarkan kita untuk menghamba pada dunia. Tak pernah puas, walau sudah melibas semua yang tertindas.

Kerinduan akan harta, menyebabkan kita buta. Tak peduli mengambil punya siapa, yang penting diri tak menderita.

Kerinduan akan cinta manusia, membawakan sengsara. Sebab yang ada hanya kecewa, kalau cinta tak dibalas cinta.

Bagaimana dengan milik kita?

Kalau setiap harinya selalu kita memuja yang fana. Tanpa menyadari bahwa Ia ada, melihat apa yang tak kita lihat, mengetahui apa yang tersembunyi, menguasai seluruh isi hati.

Kalau setiap saat kita tak pernah lalai mempersembahkan cinta, bukan untuk-Nya, melainkan untuk sesuatu yang tak bisa memberikan apa-apa. Juga tak punya kuasa.

Kalau hidup ini kita persembahkan untuk melayani mereka yang tak bisa memberi. Kalau rindu itu kita persembahkan untuk sesuatu yang hanya bisa menyakiti.

Lalu, untuk siapa kita mengemas rindu? Pernahkah kita mengemas rindu ini untuk-Nya? Apakah kita selalu menjaga cinta ini agar selalu berlabuh pada-Nya? Sedangkan hati ini selalu penuh akan sesuatu, entah apa itu.

Lantas, rindu itu untuk siapa?